Mau Kaya dari Properti? Bayar Harganya

Mau Kaya dari Properti? Bayar Harganya

Merintis wirausaha sebagai developer properti itu sesuatu yang tidak mudah.

Dengan rentang pekerjaan yang demikian panjang, harga yang dibayar sangat-sangat mahal.

Bukan sekadar tanah dan bangunan. Dan bukan itu ternyata unsur yang paling mahal.

Bayangkan saja, Anda harus mengerjakan, dan seringkali sendiri, mulai dari menemukan lahan, mengeksplorasi ide hingga menemukan highest best use, membuat feasibility study, business plan, menegosiasikan lahan, membuat skenario legal, mengurus perijinan, melakukan perencanaan teknik, mengeksekusi rencana tersebut tahap demi tahap.

Sampai di situ belum selesai, Anda masih harus memasarkan unit-unit properti yang Anda bangun dan terakhir mengurus transaksinya.

Ongkos fisik dan mental yang harus dibayar jauh lebih mahal dari sekadar tanah dan bangunan. Ini dengan asumsi semua bagian dari rentang pekerjaan berlangsung dengan lancar.

Bagaimana jika ada kendala? Ada kemacetan dalam proses? Perijinan bermasalah? Penolakan dari lingkungan? Gangguan dari pihak-pihak yang bahkan tidak terkait?

Anda tidak cukup hanya kuat fisik dan mental tapi juga perlu wajib konsisten. Ini yang mahal.

Bukan bermaksud fear mongering atau menakut-nakuti tapi inilah kenyataan yang harus Anda hadapi jika sudah memutuskan untuk terjun ke wirausaha developer properti.

Latihan agar kebal pusing. Sebab sejenis itu akan Anda hadapi hampir setiap saat.

Maka pertama, ketahuilah bahwa bisnis ini tidak seindah dibayangkan. Bersiaplah fisik dan mental untuk menghadapi setiap kemungkinan. Ingat untuk selalu menjaga level ekspektasi dan konsistensi.

Kedua, no risk no gain. High risk high gain. Bisnis ini mungkin menjanjikan gain yang tinggi. Tapi untuk itu, Anda harus mau bayar harganya. There is no such thing as a free lunch.

Lalu bagaimana tipsnya? Pertama, nikmati. Anda tidak mungkin atau minimal akan sulit sabar menunggu bekerja dalam rentang demikian panjang dengan ketidakpastian sebagai risiko jika tidak menikmati setiap bagiannya.

Kedua, niatkan untuk tidak semata mengejar materi. Sebab, bisnis ini adalah bisnis mulia. Di pangkalnya membuka lapangan kerja dan opportunity bagi banyak orang. Di pangkalnya, langsung maupun tidak, membantu banyak orang memiliki tempat berlindung sebagai salah satu kebutuhan dan hak paling mendasar.

Be tough !

Zidni Ilman
Presiden Yukbisnisproperti Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *