Tips Praktis Menghadapi Situasi Krisis Politik – Ekonomi – Bisnis Pasca Pilpres

Berikut adalah tips praktis menghadapi kemungkinan situasi krisis Politik - Ekonomi - Bisnis Pasca Pilpres. Hal ini disampaikan oleh team Developer Properti Syariah dalam acara halal bihalal Dekost Indonesia pada 22 Juni 2019. Sebagaimana kita ketahui, keadaan pasca pilpres ternyata tidak setenang dulu, adanya gugatan paslon 02 ke MK dengan dugaan kecurangan pemilu yang TSM (Terstruktur, Sistematis, Masif) bahkan brutal oleh paslon 01 membuat suasana tegang semakin panjang.

Inilah tips-tips yang dapat Anda terapkan mulai dari sekarang:

  1. Jika punya uang, sebaiknyajangan dianggurkan lama-lama di bank. Tarik dan produktifkan, puterin untuk bisnis atau investasi. Jika punya kemampuan (skill) dan waktu untuk memutarkannya, kelola sendiri. Jika tidak, investasikan dgn pola syirkah. Jika tidak ketemu bisnis yang cocok atau pengelola yg kapable, simpen saja tapi niatkan untuk tujuan spesifik biar tidak terkategori kanzul maal (menumpuk numpuk harta)
  2. Tiga bisnis dan atau investasi terbaik (yang halal) saat ini adalah ; Satu, bisnis property. Belikan tanah. Bisa kaplingan produktif bahkan sawah pertanian atau perkebunan. Sisi kekurangannya, tanah bukanlah aset liquid. Tapi ada capital gain di obyeknya sehingga harganya hampir selalu naik seiring waktu.
  3. Kedua, tukarkan uang kita dan simpan berupa emas. Terserah saja bentuknya, bisa perhiasan, dinar emas atau logam mulia. Walau bukan instrumen investasi yang menarik dan menghasilkan, setidaknya emas akan melindungi nilai uang kita. Karena jika disimpen berupa fiat money, nilainya pasti turun dari waktu ke waktu. Kenapa ? Karena uang kertas tidak memiliki instrinsik yang menyokong nilainya. Demikian juga uang elektronik.
  4. Ketiga, investasikan untuk bisnis peternakan. Terserah saja apakah kambing domba, sapi, ayam ataupun bebek. Asal jangan kalajengking atau tokek, hehee. Boleh juga untuk bisnis perikanan seperti budidaya ikan, lele, udang dan sejenisnya. Minimal jika terjadi resesi ekonomi, selain sudah punya bahan makanan pokok, kita juga punya lauk pauk sendiri. Iya kan ?
  5. Hindari skema bisnis dan investasi konvensional yg saat ini banyak beredar. Seperti polis asuransi, deposito, forex, obligasi, SUN, ataupun main saham. Pertimbangan utamanya, bahwa pola investasi seperti ini hampir bisa dipastikan hukumnya haram dan akadnya bermasalah.
  6. Bersinergi dan berkolaborasilah dengan sesama pegiat bisnis yang memiliki visi, misi, frequensi yang sama. Karena beban dan tangangan kehidupan bisnis ke depan makin berat seiring dengan kontraksi dan turbulensi sebagai imbas dinamika politik pasca pemilu yang bergejolak. Setidaknya hingga Oktober nanti. Beban yang berat tentu akan terasa lebih ringan jika dipikul dan dihadapi bersama sama. Betul tidak ?
  7. Bertindaklah lebih kreatif dan produktif. Libatkan anggota keluarga. Jangan biarkan ada lahan kita yang nganggur. Jika ada lahan tanahnya, tanami saja dengan sayur mayur atau tanaman obat. Termasuk produktifkan ruang rumah sekeliling kita dengan tanaman hidroponik.
  8. Stok agak berlebihbahan makanan di rumah tapi gak usah terlalu berlebihan. Sehingga kalau terjadi situasi keamanan yang tidak terkendali, setidaknya kita telah memiliki bahan makanan yang cukup untuk keluarga.
  9. Buka mata dan telinga lebar lebar. Jangan apolitik, karena buta yang paling parah adalah buta politik. Ingat, politik dan ekonomi (bisnis) itu satu paket. Tidak harus terjun di politik praktis, tapi wawasan politik harus selalu diasah. Informasi politik harus selalu disimak. Peristiwa politik jangan lupa untuk dicermati. Karena jika kekuasaan politik dipegang oleh orang orang yang salah, imbasnya juga ke ekonomi dan bisnis kita. 

Demikian sedikit catatan, semoga Allah SWT menjaga kita semua dengan sebaik-baik penjagaan. Semoga negeri kita dihindarkan dari marabahaya, kerusakan dan perpecahan sesama anak bangsa.

Terima Kasih, Semoga Bermanfaat

Dapatkan Informasi Seputar Properti Produktif di Sini