Di balik Dzikr ada sebuah ayat yang menjadi pemantik. Allah ﷻ berfirman dalam Surah Yasin ayat 12:
إِنَّا نَحْنُ نُحْىِ ٱلْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا۟ وَءَاثَٰرَهُمْ ۚ وَكُلَّ شَىْءٍ أَحْصَيْنَٰهُ فِىٓ إِمَامٍ مُّبِينٍ
Innā naḥnu nuḥyil-mautā wa naktubu mā qaddamụ wa āṡārahum, wa kulla syai’in aḥṣaināhu fī imāmim mubīn
“Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh)” — QS. Yasin: 12
Kata kunci dalam ayat ini adalah ātsār (آثار) — yang secara harfiah berarti “bekas” atau “jejak.” Para ulama tafsir menjelaskan bahwa yang dimaksud bukan hanya amal perbuatan langsung seseorang, tapi segala pengaruh yang ia tinggalkan: ilmu yang diajarkan, kebaikan yang ditularkan, atau dalam konteks kita hari ini — sebuah aplikasi yang dibuat dengan niat tulus.
Inilah niat yang menjadi fondasi Dzikr. Bukan sekadar produk digital yang mengejar unduhan. Melainkan sebuah amal jariyah dalam bentuk teknologi — upaya kecil untuk ikut andil dalam ayat yang agung itu.
Pertanyaan yang wajar. Aplikasi Islam di Play Store memang sudah banyak. Tapi Dzikr hadir bukan untuk bersaing — melainkan untuk mengisi celah yang selama ini belum terisi dengan baik.
Bayangkan seorang khatib di sebuah masjid kecil di pelosok Sulawesi. Ia harus menyiapkan khutbah setiap Jumat, tapi tidak selalu punya waktu untuk menulis materi yang terstruktur dan bersumber shahih. Atau bayangkan seorang pekerja kantoran yang ingin rutin berdzikir pagi-petang tapi sering lupa dan tidak tahu harus mulai dari mana.
Dzikr hadir untuk keduanya. Dan untuk jutaan Muslim Indonesia lainnya yang membutuhkan teman ibadah yang tulus — bukan aplikasi yang penuh iklan atau notifikasi yang mengganggu kekhusyukan.
Dzikr mengusung empat pilar ibadah yang saling melengkapi:
30 juz lengkap dengan terjemahan Bahasa Indonesia yang lugas. Dilengkapi fitur bookmark, riwayat bacaan terakhir, dan tampilan ayat Arab yang nyaman dibaca — termasuk dalam mode malam.
Dzikir pagi dan petang lengkap sesuai sunnah, dilengkapi tasbih digital untuk menghitung bacaan, target harian yang bisa disesuaikan, dan statistik amal yang membantu menjaga istiqomah.
Lebih dari 50 doa sesuai sunnah — mulai dari doa bangun tidur hingga doa masuk masjid — lengkap dengan teks Arab, transliterasi latin, dan terjemahan. Tersusun per kategori kegiatan agar mudah ditemukan.
Inilah yang benar-benar membedakan Dzikr dari aplikasi Islam lainnya. Teks khutbah Jumat lengkap, siap dibaca oleh khatib, diperbarui setiap pekan oleh tim editorial. Kedepan bisa insyaAllah ada versi PDF siap cetak format A4 — memudahkan khatib di masjid mana pun untuk langsung menggunakannya.
Kembali ke niat awal. Jika seseorang membuka Dzikr dan membaca dzikir paginya, kemudian hatinya lebih tenteram sepanjang hari — itu adalah ātsār dari orang yang membuatnya. Jika seorang khatib mengunduh teks khutbah dari Dzikr dan menyampaikannya kepada ratusan jemaah Jumat, seluruh kebaikan yang mengalir kepada jemaah itu pun menjadi bagian dari bekas sang pembuat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya di antara yang terus mengalir pahalanya kepada seorang mukmin setelah kematiannya adalah ilmu yang ia ajarkan dan ia sebarkan.”
HR. Ibnu Majah, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu
Dzikr adalah wujud nyata dari semangat hadits itu. Ilmu Islam yang dikurasi, dikemas rapi dalam teknologi, dan disebarkan secara luas. Setiap unduhan adalah benih ātsār. Setiap dzikir yang dibaca adalah aliran pahala yang terus berjalan.
Dzikr mungkin bukan aplikasi terbesar. Bukan yang paling canggih. Tapi ia lahir dari niat yang bersih dan dibangun dengan hati. Di tengah lautan aplikasi yang berlomba mencuri perhatian pengguna, Dzikr memilih untuk hadir dengan tujuan yang berbeda: bukan mencuri perhatian, tapi mengisi hati.
Dan mungkin itulah yang paling penting. Bahwa suatu hari nanti, sang pembuat bisa berharap ada barisan amal yang terus mengalir — dari jari-jari orang yang berdzikir, dari lisan khatib yang berkhutbah, dari telinga jemaah yang mendengarkan — karena ada satu aplikasi kecil yang dibuat dengan niat tulus.
وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا۟ وَءَاثَٰرَهُمْ — dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan.
Dzikr tersedia gratis di Google Play Store. Unduh sekarang dan jadikan teman ibadah harian Anda.
Gratis, tanpa iklan